Rabu, 11 Agustus 2010

Kesucian Hati

“Bumi dan langit-Ku tidak akan mampu menampung-Ku dan hati hamba-Ku yang berimanlah yang mampu menampung-Ku” (Hadist Qudsy).

Manusia dikaruniai oleh Allah SWT begitu banyak nikmat yang patut disyukuri. Diantara nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT adalah nikmat kesucian hati. Bisa kita analogikan bahwa hati itu ibarat matahari. Ia adalah sumber kehidupan alam semesta yang bersinar mulai dari pagi hari hingga senja ketika langit dihiasi rona kemerah-merahan. Begitulah hati, ia akan dipenuhi oleh kecerahan dan kebersihan jika ia berada pada tingkat kesucian. Ia akan menjadi sumber petunjuk bagi manusia dalam setiap gerak langkahnya bahkan kesucian hati itu akan terejawantahkan dalam prilaku sehari-hari. Ia akan membuat manusia menjadi makhluk yang bersyukur, mencintai amalan yaumian bahkan bisa mencapai tingkat ketawadu’an teringgi yaitu zuhud.

Kezuhudan yang dimaksud adalah tidak terlalu mengambil hati tentang permasalahan dunia ini, susah dan senang yang dialami akan tetap dihadapi dengan senyuman. Derita dan nikmat sama saja bagi orang yang zuhud, mereka akan tetap bersyukur terhadap hal itu. Hidup mereka hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT semata. Alangkah indahnya kondisi seperti itu dan hal tersebut tidak akan didapatkan jika kita belum membersihkan hati kita dari dosa.

Ketika kita berbicara mengenai hati, marilah kita bedakan hati yang berupa organ tubuh dan hati yang abstrak. Hati yang kita kenal dengan lever jelas fungsinya dalam mekanisme tubuh, tapi hati yang abstrak memiliki fungsi berbeda. Ialah yang akan membentuk pola prilaku kita, ia ada tapi tidak memiliki wujud namun akibat yang ditimbulkannya bisa kita rasakan. Ia akan menjadi sombong angkuh dan takabur ketika kita tidak mampu menjaganya dari godaan setan dan hawa nafsu tapi sebaliknya ia akan putih bercahaya yang dipenuhi rasa ikhlas dan rendah hati ketika senantiasa bertaubat dan mendekatkan diri pada-Nya.

Kenapa hati begitu krusial dan bermakna? Karena denganyalah setiap gerak-gerik kita akan terkontrol, denganyalah kita menyadari bahwa segala keputusan yang kita ambil dalam hidup kita tidak akan terlepas dari pertimbangan hati. Ketika hati yang terbersih kita berbicara yaitu hati nurani, maka yang akan kita dapatkan adalah petunjuk yang benar karenqa hati nurani kita tidak akan pernah mengatakan hal yang salah selama kita memeliharanya. Sungguh besar karunia Allah SWT itu.

Rasa syukur yang tak terhingga menjadi sangat relevan untuk diungkapkan atas nikmat kesuciaan hati itu pada Allah SWT. Ia berbanding lurus dengan keimanan seseorang. Tingkat keimananlah yang membuat manusia bisa merasakan nikmatnya mendekatkan diri pada Allah SWT. Bahkan dengan iman yang melahirkan kesucian hati itu, rumput yang terkena hembusan angin pun akan membuat kita merinding bukan kepalang bahkan sampai meneteskan air mata mengingat begitu Maha Besarnya Allah yang digenggamannya alam semesta bergerak serentak dengan tingkat keterpaduan antar komponen yang luarbiasa. Balance.

Kisah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat adalah refleksi dimana iman dan hati adalah pusat pembinaan yang paling utama. Dari pembinaannyalah lahir pemuda-pemuda gurun pasir yang selama ini tidak dikenal bahkan cenderung diremehkan menjadi pejuang besar Islam yang mendengar namanya saja, para musuh bisa gentar. Artinya apa? Nabipun diawal dakwahnya, hati para sahabat dulu yang beliau bersihkan, sehingga setelah kokoh dengan pemahaman Aqidah Islamiyah, maka ia memunculkan keimanan tingkat tinggi terlihat dari kesyahidan yang mereka harapkan dari setiap perjuangan menyebarkan agama Allah SWT.

Sungguh orang yang bisa menjaga kesucian hatinya adalah manusia yang beruntung. Ia akan mendapatkan janji balasan dari Allah SWT tentang surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai yang didalamnya tidak ada perkataan sia-sia. Mereka akan berkumpul dengan para shalihin yang terduhulu, sekarang dan akan datang merekalah manusia yang teruji keimanannya sehingga mendapatkan kerido’an dari Allah SWT untuk masuk kedalam surga-Nya Yang Agung. Maka beristigfarlah kepada Allah SWT, mohonkanlah agar kita senantiasa diberi ampunan dari kesalahan yang sengaja maupun tidak disengaja dan mohonkanlah agar Allah SWT meluluhkan selubung hitam dosa dihati sehingga kembali putih bersinar seperti mentari dipagi hari yang cerah.

Tahukah sahabat, hatilah yang menjadi penghubung kita dengan Rabb yang Maha Sempurna, tempat turunnya petujuk Allah Azza wajalla. Tempat Allah SWT memberikan rahmat kesadaran, keyakinan dan kebenaran akan adanya hari pembalasan kelak di Yaumil Mahsyar. Untuk apakah itu semua?, agar kita takut untuk melakukan kesalahan dan senantiasa menjadi manusia yang lebih baik dari hari keharinya. Maukah kita menyia-nyiakan hidup yang hanya sementara dan singkat ini dengan hal yang tidak berguna dan main-main karena Allah telah menegaskan bahwa hidup di dunia adalah senda gurau dan main-main saja sementara kehidupan akhirat yang lebih panjang dan penuh kenikmatan kita sia-siakan?. Maka sucikanlah hati sehingga Allah senantiasa bersemayam dihati kita dan senantiasa menunjukinya ke Shiratal mustaqim.sehingga terhindar dari siksa neraka. Amin. Wallahu’alam bi ashawab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar